|
KITA PEDULI, KITA BISA , 16/4/2010
Sumber daya alam yang berlimpah dan posisi geografis yang strategis merupakan salah satu modal utama
pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Akan tetapi, hingga saat ini potensi
yang besar itu belum sepenuhnya bisa meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bersama.
Saat
ini masih ada 38,6 juta penduduk miskin, sekitar 65% dari penduduk miskin tersebut bermukim di
perdesaan. Salah satu penyebab kemiskinan di perdesaan adalah rendahnya akses terhadap pelayanan
prasarana dasar, yaitu jalan dan jembatan, air minum, irigasi dan sanitasi.
Pembangunan
infrastruktur telah banyak diupayakan oleh pemerintah. Dengan kondisi geografis Indonesia, tentu
dibutuhkan anggaran besar untuk membangun infrastruktur yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengembangkan sinergi dengan pemerintah daerah dan swasta untuk
pengembangan infrastruktur. Hasilnya, dari tahun ke tahun tampak terjadi peningkatan. Di perdesaan
misalnya kian banyak desa yang sudah diperbaiki akses jalan, jembatan hingga air minum.
Manfaat keberadaan infrastruktur pun sudah dirasakan, misalnya akses yang lebih mudah ke pusat
kegiatan perekonomian atau peningkatan produksi pertanian sebagai dampak meningkatnya akses terhadap
irigasi. Tak sedikit juga yang bisa menikmati sanitasi yang lebih baik dengan adanya penyediaan air
minum dan prasarana sanitasi di lingkungan tempat tinggalnya.
Bukan hanya itu, data yang
dilansir Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum atas program pembangunan
infrastruktur perdesaan dalam kurun waktu 2005-2008 ternyata mampu melibatkan tenaga kerja lokal
150.000 orang pada waktu pelaksanaan program. Ini berarti sekitar 16 persen penduduk dewasa di desa
terserap sebagai tenaga kerja lokal. Hanya dalam waktu tiga tahun, secara keseluruhan pembangunan
infrastruktur di kawasan perdesaaan mampu menyumbang peningkatan ketrampilan dalam pembangunan
infrastruktur bagi sekitar 1 juta orang. Selain itu, masyarakat telah diberdayakan dalam mengelola
program pada sekitar 7.230 desa.
Jika dirunut, dampak dan manfaat keberadaan infrastruktur
akan sangat panjang. Secara nyata, dalam kehidupan sehari-hari kita tak akan lepas dari adanya
infrastruktur di sekitar kita. Akan tetapi, hasil dan manfaat keberadaan infrastruktur itu perlu
dibarengi dengan upaya keberlanjutan program. Dalam artian, setelah infrastruktur dibangun,
pertanyaannya seberapa lama kita bisa mempertahankan kualitas infrastruktur yang ada?
Pasalnya, kita bisa melihat betapa banyaknya jalan dan jembatan yang rusak karena masyarakat
pengguna abai terhadap kapasitas dan teknik perawatannya. Perawatan jalan bukan semata tanggung
jawab pemerintah saja. Semua pihak wajib terlibat. Pengendara dan pemilik kendaraan harus menjaga
tonase kendaran yang melintas. Warga sekitar jalan pun bisa turut merawat jalan, misalnya dengan
membersihkan saluran air di sekitar jalan agar air lancar dan tidak menggenangi badan jalan. Dengan
demikian biaya pemeliharaan jalan makin murah dan alokasi dana yang ada bisa dipergunakan untuk
kepentingan pembangunan infrastruktur lain agar lebih merata.
Bayangkan jika semua itu
dilakukan secara berkelompok, tentu akan lebih ringan. Sebagaimana pernah dilakukan oleh masyarakat
melalui kegiatan pembangunan infrastruktur secara swadaya, melalui skema PNPM Mandiri atau program
pemberdayaan lainnya.
Pembangunan infrastruktur bukan hanya penting untuk menggerakkan
ekonomi daerah dan nasional, tapi juga meningkatkan pelayanan dan mewujudkan keadilan bagi
masyarakat. Di titik inilah dibutuhkan saling pengertian dan saling pemahaman untuk menjalankan
peran masing-masing. Pemerintah sadar bahwa program pemberdayaan memerlukan perhatian dan pola
penanganan tersendiri karena terkait dengan pendidikan kepada masyarakat. Oleh karena itu,
pemerintah mengajak dan mendorong masyarakat agar belajar dan berdaya menentukan kebutuhannya
sendiri serta menyusun program sendiri. Setelah itu masyarakat mampu melaksanakan dan mengelola
infrastruktur yang dibangun oleh mereka sendiri.
Di sisi lain, partisipasi masyarakat sebagai
subyek pembangunan sangat penting. Dengan sumber daya yang dimilikinya, masyarakat di beberapa
daerah pesisir mampu secara mandiri membangun dermaga untuk keperluan mereka sendiri. Sederhana,
tapi sangat berguna. Ini merupakan contoh yang sangat baik dan bantuan cukup besar bagi pemerintah
dan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan. Apalagi jika prakarsa, inisiatif, dan partisipasi aktif
masyarakat itu dikembangkan pula dalam memelihara sarana yang telah dibangun.
Semua bermula
dari kepedulian. Peduli untuk mengelola dan memelihara sarana dan prasarana yang telah terbangun.
Pada tahap berikutnya adalah mendorong masyarakat agar lebih mandiri dan meningkatkan peran para
pihak, baik pemerintah daerah dan swasta untuk bekerja sama dalam membangun dan merawat setiap
infrastruktur yang ada. Jika kita peduli, pasti bisa. |