Badan Pemberdayaan Masyarakat
Jl. Veteran No.15 Mojokerto (0321) 321948, (0321) 321948
http://BAPEMAS.mojokertokab.go.id
Selamat Datang di :: http://BAPEMAS.mojokertokab.go.id :: Web Resmi BAPEMAS Pemerintah Kabupaten Mojokerto Kamis, 9 September 2010


Drs. CHOLIL ARPHAPHY, MM
    Profil
    Info
    Artikel
    Agenda
    Buku Tamu
    Download
     Informasi Publik Jatim
     Berita Jawa Timur
     J D I H
     B. K. N.
     Presiden R. I
     Badan Pusat Statistik
Pengunjung : 1870
User Online : 2
IP Computer : 38.107.191.81
Best viewest with Mozilla Firefox 2.0.0.5 or later on 1024 x 768
Username :
Password :

Kata yang dicari:

kategori :
Info


Tentang PNPM Mandiri

-SosBud-, 12/3/2010

PNPM MANDIRI
Permasalahan kemiskinan yang cukup kompleks membutuhkan intervensi semua pihak  secara bersama dan terkoordinasi. Namun penanganannya selama ini cenderung parsial dan tidak  berkelanjutan. Peran dunia usaha dan masyarakat pada umumnya juga belum optimal. Kerelawanan sosial  dalam kehidupan masyarakat yang dapat menjadi sumber penting pemberdayaan dan pemecahan akar  permasalahan kemiskinan juga mulai luntur. Untuk itu diperlukan perubahan yang bersifat sistemik dan  menyeluruh dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Untuk meningkatkan efektivitas  penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan Program Nasional  Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007. Melaui PNPM Mandiri dirumuskan kembali  mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap  perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Melalui proses pembangunan partisipatif,  kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat miskin, dapat dapat  ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek melainkan sebagai subyek upaya penanggulangan  kemiskinan.
Pelaksanaan PNPM Mandiri tahun 2007 dimulai dengan Program Pengembangan Kecamatan  (PPK) sebagai dasar pengembangan pemberdayaan masyarakat di perdesaan beserta program pendukungnya  seperti PNPM Generasi; Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) sebagai dasar bagi  pengembangan pemberdayaan masyarakat di perkotaan; dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan  Khusus (P2DTK) untuk pengembangan daerah tertinggal, pasca bencana, dan konflik. Mulai tahun 2008  PNPM Mandiri diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah  (PISEW) untuk mengintegrasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan daerah sekitarnya. PNPM  Mandiri diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai  departemen/sektor dan pemerintah daerah. Pelaksanaan PNPM Mandiri 2008 juga akan diprioritaskan pada  desa-desa tertinggal.
Dengan pengintegrasian berbagai program pemberdayaan masyarakat ke  dalam kerangka kebijakan PNPM Mandiri, cakupan pembangunan diharapkan dapat diperluas hingga ke  daerah-daerah terpencil dan terisolir. Efektivitas dan efisiensi dari kegiatan yang selama ini  sering berduplikasi antar proyek diharapkan juga dapat diwujudkan. Mengingat proses pemberdayaan  pada umumnya membutuhkan waktu 5-6 tahun, maka PNPM Mandiri akan dilaksanakan sekurang-kurangnya  hingga tahun 2015. Hal ini sejalan dengan target waktu pencapaian tujuan pembangunan milenium atau  Millennium Development Goals (MDGs). Pelaksanaan PNPM Mandiri yang berdasar pada indikator-indikator  keberhasilan yang terukur akan membantu Indonesia mewujudkan pencapaian target-target MDGs tersebut. 
 
 
Halaman ini dibaca sebanyak : 84 kali