BAPPEDA
Jl. A. Yani 16 Mojokerto 0321-321262,
http://bappeda.mojokertokab.go.id
Selamat Datang di :: http://bappeda.mojokertokab.go.id :: Web Resmi bappeda Pemerintah Kabupaten Mojokerto Jum'at, 10 September 2010


Ir. BUNAWI, MM
    Profil
    Info
    Artikel
    Agenda
    Buku Tamu
    Download
     Kabupaten Mojokerto
Pengunjung : 2275
User Online : 1
IP Computer : 38.107.191.83
Best viewest with Mozilla Firefox 2.0.0.5 or later on 1024 x 768
Username :
Password :

Kata yang dicari:

kategori :
Info


Percepatan Pembangunan Ekonomi Yang Inklusif Dan Berkeadilan

admin cws, 22/7/2010

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menjadi  keynote speaker pada Sidang Pleno ISEI XIV dengan tema ” Revitalisasi UMKM untuk Menggerakkan  Perekonomian Nasional” di Savoy Homann Hotel Bandung. Dalam paparannya yang berjudul ”Percepatan  Pembangunan Ekonomi yang Inklusif dan Berkeadilan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala  Bappenas menyampaikan ha-hal sebagai berikut:

1. Agenda pembangunan ekonomi dan  peningkatan kesejahteraan rakyat telah termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasiomal  (RPJMN) 2010-2014 yang tercermin dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) setiap tahunnya. Tema RKP 2010  adalah ”Pemulihan Perekonomian Nasional dan Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat, sedangkan tema RKP  2011 adalah ”Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan Didukung oleh Pemantapan Tata Kelola  dan Sinergi Pusat Daerah. RPJMN 2010-2014 juga telah menetapkan sasaran pembangunan ekonomi dan  peningkatan kesejahteraan rakyat, antara lain: (1) Pertumbuhan ekonomi, dengan proyeksi 7.00-7.7%  pada tahun 2014, (2) Tingkat pengangguran, dengan target 5-6 % di akhir 2014; dan (3) Kemiskinan,  dengan target 8-10 % di akhir 2014.

2. 2. Kabinet Indonesia Bersatu II memiliki sebelas  prioritas nasional dan tiga prioritas lainnya. Kesebelas prioritas nasional tersebut adalah: (1)  Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola; (2) Pendidikan; (3) Kesehatan; (4) Penanggulangan Kemiskinan;  (Ketahanan Pangan; (6) Infrastruktur; (7) Iklim Investasi dan Iklim Usaha; (8) Energi; (9)  Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana; (10) Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan  Pascakonflik; dan (11) Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi. Sedangkan tiga prioritas  lainnya mencakup prioritas Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Bidang Perekonomian, dan Bidang  Kesejahteraan Rakyat.

3. Ada sepuluh direktif Presiden yang disampaikan pada Raker  dengan Menteri, Gubernur, Ekonom dan Teknolog di Istana Tampak Siring 2010, yakni:
a) Ekonomi Harus Tumbuh Lebih Tinggi

b) Pengangguran Harus Menurun Dengan  Menciptakan Lapangan Kerja Yang Lebih Banyak

c) Kemiskinan Harus Makin Menurun
d) Pendapatan Per Kapita Harus Meningkat

e) Stabilitas Ekonomi Terjaga
f) Pembiayaan (Financing) Dalam Negeri Makin Kuat dan Meningkat

g) Ketahanan Pangan  dan Air Meningkat

h) Ketahanan Energi Meningkat

i) Daya Saing Ekonomi  Nasional Menguat dan Meningkat

j) Kita Perkuat “Green Economy” (Ekonomi Ramah  Lingkungan)

4. Peningkatan kesejahteraan rakyat dilakukan dengan tetap menerapkan  triple track strategy, yakni strategi pembangunan yang pro-growth, pro-poor, dan pro-job.
5. Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan tidak hanya merupakan hasil dari pelaksanaan Prioritas 4  RPJMN 2010-2014 tentang Penanggulangan Kemiskinan, namun juga sangat ditentukan oleh:
a) Pertumbuhan ekonomi, perlu terjadi pada bidang kegiatan ekonomi yang menyerap tenaga kerja  (pertumbuhan harus pro-job)

b) Pertumbuhan ekonomi (pendapatan) juga terjadi pada  sektor-sektor mikro ekonomi yang menjadi bidang usaha masyarakat kelompok bawah, misalnya usaha  kecil, mikro, dan usaha informal.

c) Berbagai kebijakan lokal yang langsung berakibat  pada masyarakat.

Kebijakan dan Program pada Prioritas 4 adalah :
a) Merupakan bentuk afirmasi atau keberpihakan kepada masyarakat yang meskipun sudah bekerja dan  berusaha (sebagai hasil kebijakan dalam butir 1 di atas), namun masih berada di bawah garis  kemiskinan.

b) Kebijakan untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat miskin karena mereka  meskipun miskin berhak untuk terpenuhi kebutuhan dasarnya sebagaimana warga negara lainnya.
6. Strategi Penanggulangan Kemiskinan meliputi pemberdayan masyarakat masyarakat miskin,  peningkatan partisipasi masyarakat untuk peningkatan produktivitas/ kapasitas; program Keluarga  Berencana, dan program-program lainnya untuk pengendalian jumlah penduduk; pertumbuhan yang  berkualitas (pro-poor dan pro-job), pengendalian inflasi, stabilisasi harga kebutuhan pokok,  kebijakan subsidi, bantuan social untuk peningkatan daya beli; ketersediaan fasilitas (Supply):  Kesehatan, Pendidikan, Air bersih, Hukum, Infrastruktur lainnya untuk peningkatan akses terhadap  pelayanan dasar dan ketersediaan informasi pasar, akses terhadap sumber daya produktif (modal,  kredit), pemberdayaan UMK untuk peningkatan akses pasar

7. Program Penanggulangan  Kemiskinan dikelompokkan menjadi tiga klaster, yakni: (1) Program Bantuan Sosial Berbasis Keluarga,  (2) Program-program Pemberdayaan masyarakat, (3) Program-program pemberdayaan usaha mikro dan  kecil

8. Pro Job Strategy mencakup peningkatan kapasitas tenaga kerja, perlindungan  tenaga kerja, dan kebijakan /program sector riil didukung dengan perbaikan iklim investasi dan  kerangka regulasi, kerangka anggaran, kerja sama dengan swasta (PPP), dsb.

9. Pro  Growth Stategy mencakup stategi permberdayaan koperasi dan UMKM yang meliputi usaha mikro dengan  fokus pada kesempatan berusaha dan stabilitas pendapatan, usaha kecil yang berfokus pada kualitas  produk dan jasa, efisiensi usaha dan daya saing dan usaha menengah dengan fokus pada kontribusi  pertumbuhan ekonomi dan daya saing.

10. Triple track strategy tersebut ditambah dengan  strategy pembangunan yang Pro Environment untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.
11. Sebagai penutup, Menteri PPN/Kepala Bappenas menyampaikan hal-hal yang perlu menjadi  perhatian anggota ISEI.

a) Bagaimana cara mengembangkan UMKM berbasis industri.
b) Bagaimana caranya agar lebih fokus pada aspek regional dalam hal pengentasan  kemiskinan

c) Bagaimana cara meningkatkan kualitas program UMKM
d) Partisipasi semua stakeholders dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.

 
 
Halaman ini dibaca sebanyak : 1 kali