Image
oleh DISKOMINFO - INFORMATIKA

ETIKA BERKOMUNIKASI SOSIAL MEDIA DI DUNIA MAYA DAN SANKSI HUKUMNYA

2017-10-23 09:58:06   |   Kategori iptek  |   Dibaca 70 kali

   Saat ini penggunaan media sosial nampaknya telah menjadi bagian dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain itu media sosial saat ini juga telah di jadikan sebagai tempat untuk saling mendapatkan dan menyebarkan informasi. Berdasarkan paparan dari laman “We Are Social”, di Indonesia ada sekitar 79 juta pengguna aktif media sosial. Dengan perkembangan jumlah pengguna internet yang begitu pesat, khususnya pengguna media sosial, maka hal ini juga diiringi dengan meningkatnya kasus-kasus terkait pelanggaran etika yang dilakukan oleh pengguna media sosial. Dalam penggunaan media sosial sebagai sarana interaksi online, masih banyak pengguna yang belum mengetahui dan menerapkan etika-etika yang ada di dalamnya.

   Berkembang dan bertambahnya jumlah pengguna media sosial berimbas pada berkembangnya fungsi dan kegunaan dari media sosial itu sendiri. Pada awal kemunculan media sosial berfungsi sebagai sarana komunikasi yang baik dan sesuai aturan. Kini, banyak sekali orang-orang “cerdas” memanfaatkan berbagai sosmed seperti Facebook, WA, Instagram, Twitters, blog pribadi maupun blog milik perusahaan tertentu yang bergerak di bidang IT, dimanfaatkan untuk berperang argumen atau opini saling menyinggung melalui kata-kata hanya karena persoalan sepele, postingan sebuah status bahkan foto dibalas dengan kata-kata yang seharusnya tidak perlu, sehingga memicu polemik karena sudah menjadi komsumsi publik tanpa klarifikasi terlebih dahulu.

   Pengguna media sosial bebas menyampaikan pendapat apapun di media sosial. Akan tetapi, terdapat sanksi hukum bagi mereka yang dianggap mencemarkan nama baik dan menghina orang lain melalui media sosial. Sanksi hukum itu diatur dalam Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE).

   Sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 ayat 3 UU ITE, yaitu “setiap orang sengaja tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

   Ancaman pidana bagi mereka yang memenuhi dasar unsur dalam pasal 27 ayat 3 adalah penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) sesuai Pasal 45 ayat 1 UU ITE. Tentu saja setelah si pemilik akun merasa gerah dan membuat pengaduan soal penghinaan dan pencamaran nama baik yang menimpanya.

Berikut beberapa hal penting mengenai etika dalam menggunakan media sosial.

Etika dalam Berkomunikasi

Pada saat melakukan komunikasi dengan memanfaatkan media sosial, biasanya banyak yang cenderung melupakan etika dalam berkomunikasi. Hal ini di buktikan dengan banyaknya kata-kata kasar yang kerap kali muncul pada saat melakukan percakapan melalui jejaring sosial, baik yang sengaja dan tidak sengaja.

Alangkah baiknya apabila sedang melakukan komunikasi pada jaringan internet menggunakan Bahasa yang sopan dan layak. Biasakanlah untuk menggunakan Bahasa yang tepat dengan siapapun pada saat kita berinteraksi, termasuk saat berinteraksi melalui media sosial.

Hindari Penyebaran SARA, Pornografi dan Aksi Kekerasan

Alangkah baiknya apabila kita tidak menyebarkan informasi yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama dan Ras) serta pornografi pada jejaring sosial. Biasakan untuk menyebarkan hal-hal yang berguna dan tidak menimbulkan konflik antar sesama. Hindari juga mengupload foto kekerasan seperti foto korban kekerasan, foto kecelakaan lalu lintas maupun foto kekerasan dalam bentuk lainnya.

Jangan menambah kesedihan para keluarga korban dengan menyebarluaskan foto kekerasan karena mungkin saja salah satu dari keluarganya berada di dalam foto yang Anda share. Jangan mengajarkan generasi muda mengenai hal kekerasan melalui foto kekerasan yang di upload secara terang-terangan pada media sosial.

Kroscek Kebenaran Berita

Saat ini tentu tidak jarang kalau kita menemukan berita yang menjelekan salah satu pihak di media sosial. Hal inilah yang terkadang bertujuan demi menjatuhkan nama pesaing dengan menyebarkan berita yang hasil rekayasa. Maka dari itu, pengguna media sosial dituntut agar lebih cerdas lagi saat menangkap sebuah informasi, apabila Anda ingin menyebarkan informasi tersebut, alangkah bijaknya jika Anda melakukan kroscek terlebih dahulu atas kebenaran informasi tersebut.

Menghargai Hasil Karya Orang Lain

Pada saat menyebarka informasi baik dalam bentuk foto, tulisan maupun video milik orang lain maka biasakan untuk mencantumkan sumber informasi sebagai salah satu bentuk penghargaan atas hasil karya seseorang. Jangan membiasakan diri untuk serta merta mengcopy-paste tanpa mencantumkan sumber informasi tersebut.

Jangan Terlalu Mengumbar Informasi Pribadi

Ada baiknya Anda harus bersikap bijak dalam menyebarkan informasi mengenai kehidupan pribadi (privasi) Anda saat sedang menggunakan media sosial. Janganlah terlalu mengumbar informasi pribadi Anda terlebih lagi informasi mengenai nomor telepon atau alamat rumah Anda. Hal tersebut bisa saja membuat kontak lain dalam daftar Anda juga akan menjadi informasi bagi mereka yang ingin melakukan tindak kejahatan kepada diri Anda.

   Di zaman teknologi seperti sekarang menyikapi wabah berbagai argumen baik itu positif maupun negatif sedemikian rupa sebaiknya terima saja, lebih baik menjadikan media sosial sebagai tempat untuk berinovasi. Berfikiran positif merupakan cara ‘super sekali’ membaca komentar di media sosial. Berterimakasih sebagai bentuk motivasi untuk memperbaiki diri dari menanggapi hal-hal negatif justru menyamakan diri kita sama dengan haters.

   Kehadiran media baru berupa media sosial dunia maya, bak keajaiban dan menjelma sebagai permainan baru untuk pelampiasan berkomentar. Jika mendapat komentar positif balas dengan senyum dan ucapkan terimakasih. Jika orang yang tidak kita kenal berkomentar negatif, anggap saja sebagai ‘kentut’ biarkan saja, toh nanti juga lenyap sendiri, jangan terlalu difikirkan.

 

sumber :

https://www.kompasiana.com/sarajevo/etika-berkomunikasi-sosial-media-di-dunia-maya-dan-sanksi-hukumnya_584d1067f4927354129b7af0

https://zahiraccounting.com/id/blog/etika-dalam-media-sosial/