Image
oleh DISKOMINFO - INFORMATIKA

Teknik Menulis Berita

2018-01-05 09:41:48   |   Kategori umum  |   Dibaca 14970 kali

Teknik menulis berita adalah cara menyusun laporan atau informasi aktual untuk dipublikasikan dimedia masa.

Berita menurut Kamus Bahasa artinya :

1)      Cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat ;

2)      Laporan ;

3)      Pemberitahuan ; pengumuman.

Nilai Berita

Tidak semua berita dapat dipublikasikan atau ‘layak muat’ (fit to print, fit to broadcast). Untuk dapat dipublikasikan di media, sebuah berita haruslah memenuhi karakteristik yang dikenal dengan “nilai-nilai berita”.

 

Nilai berita digunakan untuk mengukur layak tidaknya suatu tulisan diangkat menjadi berita. Semakin tinggi nilai berita yang dikandung dalam sebuah peristiwa semakin kuat peristiwa tersebut diangkat sebagai berita.

 

Sebaliknya, semakin rendah nilai beritanya semakin rendah pula peristiwa tersebut diangkat sebagai berita.

 

Masing-masing pakar jurnalistik memiliki karakteristik tersendiri mengenai nilai berita. Asep Syamsul M. Romli dalam bukunya Jurnalistik Praktis untuk Pemula  (Penerbit : Rosdakarya Bandung), menyebutkan ada empat nilai berita yaitu :

  1. Cepat, yaitu aktual atau ketepatan waktu. Berita adalah sesuatu yang baru (new)
  2. Nyata, yaitu informasi tentang sebuah fakta (fact) yang terdiri dari kejadian nyata, pendapat, dan pernyataan sumber berita.
  3. Penting, yaitu menyangkut kepentingan orang banyak.
  4. Menarik, yaitu mengundang orang untuk membaca berita yang kita tulis.

 

Nilai berita lainnya antara lain peritiwa yang dekat dengan kalayak, berpengaruh terhadap hidup orang banyak atau dampak dari peristiwa itu ke masyarakat, melibatkan orang-orang terkenal atau ketokohan orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut, menyangkut hal-hal luar biasa atau hal biasa tetapi menumbuhkan rasa simpati, empati, iba, atau menggugah, serta aktual dan baru terjadi.

 

 

 

 

 

 

Unsur-Unsur Berita

Sebuah berita harus memenuhi unsur-unsur berita yang dikenal dengan 5W + 1H.

  1. What = Apa yang terjadi
  2. Where =  Dimana hal itu terjadi
  3. When = Kapan peristiwa itu terjadi
  4. Who = Siapa yang terlibat dalam kejadian itu
  5. Why = Kenapa hal itu terjadi
  6. How = Bagaimana peristiwa itu terjadi

 

 

Struktur Naskah Berita

Suatu berita memiliki struktur berita yang terdiri dari :

  1. Judul berita (head)
  2. Teras berita (lead)
  3. Isi berita (body)

Judul berita harus ringkas (antara 3-5 kata), mencerminkan isi, menarik, dan sebaiknya berupa kalimat aktif yang terdiri dari Subjek + Predikat + Objek (SPO) seperti “Presiden (S) Meresmikan (P) Festival (O)”.

Teras berita adalah alinea atau paragraf pertama naskah berita setelah judul. Teras berita yang bagus tidak lebih dari 30-35 kata atau tiga berisan ketikan. Cara menulis teras berita antara lain menyusun unsur berita (5W+1H), terutama menempatkan unsur WHO dan WHAT diawal kalimat dan unsur WHEN dan WHERE diakhir kalimat. Unsur WHY dan HOW ditempatkan ditubuh berita (body).

 

Etika Menulis Berita

  1. 1.      Objektif

Seorang wartawan harus menjaga jarak dengan peristiwa yang diangkatnya sebagai berita. Dengan demikian seorang wartawan dilarang melihatkan kepentingan pribadi dan pandangan subjektif atas peristiwa. Tulisan berita harus faktual atau dituliskan berdasarkan fakta dan data yang benar-benar ditemukan dilapangan.

 

  1. 2.      Cover both side

Tulisan harus seimbang dan berusaha mencantumkan semua pihak yang terlibat dalam peristiwa.

 

 

 

Teknik Menulis Berita : Tahapan

 

Fact Organizing

Yaitu pengorganisasian / pengumpulan fakta oleh wartawan yang akan menulis berita. Apakah itu hasil interview, kejadian langsung, ataupun menggunakan data-data tertulis yang telah tersedia.

 

Lead Decission

Yaitu penentuan lead untuk teras berita. Ingat, gagal menentukan lead, bisa berarti gagal menulis berita.

 

Word Selection

Yaitu pemilihan kata-kata yang cocok, untuk mendukung penulisan berita, usahakan alur yang runtut, jangan melompat-lompat sehingga dapat mengganggu pemahaman pembaca.

 

Start To Write

Ambil mesin ketik atau komputer, kertas, jika perlu referensi pendukung. Konsentrasilah dalam menulis sehingga tidak keliru. (http://www.komunikasipraktis.com).*

 

Referensi: Syamsul M. Romli, Asep, S.IP, Jurnalistik Praktis untuk Pemula, PT Remaja Rosdakarya, Bandung 2003. Widodo, Drs. Menulis Berita di Surat Kabar di Majalah, Indah, Surabaya, 1997.