oleh Admin

Festival Kirab Budaya Majapahit 2017 Kisah Sejarah dalam ‘Banjaran Majapahit’

2017-05-19 11:32:17   |   Kategori umum  |   Dibaca 41 kali

‘Banjaran Majapahit’ menjadi tema kolosal pagelaran Festival Kirab Budaya Majapahit Bupati Cup, yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-724 Tahun 2017, Kamis 18 Mei 2017 di area pelataran depan Museum Trowulan sebagai titik start.

            Diikuti ribuan peserta dari 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto, festival yang baru diadakan pertama kali ini menghadirkan suguhan penuh warna tentang sejarah Majapahit. Didik Chusnul Yakin selaku Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto sekaligus panitia pelaksana, melaporkan beberapa hal penting terkait acara. 

            “Acara ini merupakan yang perdana dan  digagas langsung bapak bupati. Camat dan Kades beserta timnya, memperagakan arak-arakan berlatar belakang sejarah Majapahit dengan tema utama yakni ‘Banjaran Majapahit’. Rute yang dilalui sepanjang 2 km, dengan start lapangan depan Museum Trowulan hinggga Halaman Makam Troloyo. Masing-masing kecamatan membawakan sub tema berbeda. Ada 18 orang camat beserta istri, 299 Kades (termasuk 5 lurah beserta istri/suami) serta para pelajar sebagai peserta. Awalnya 50 orang tiap tim, namun ternyata ada yang membawa hingga 200 penampil dalam kontingennya. Ini merupakan sinyal yang positif dan patut diapresiasi,” jabar Didik.

            Ragam sub tema yang dibawakan masing-masing kecamatan antara lain Babat Tarik (Kecamatan Trawas), Penobatan Raden Wijaya (Mojosari), Tuntut Balas Pasukan Cina (Dlanggu), Tahta Jayanegara (Pacet), Persekongkolan Dharma Putra (Trowulan), Pemberontakan Rakuti (Gedeg), Pelarian Jayanegara (Puri), Pramita Badender (Jatirejo), Siasat Ratanca (Sooko), Penobatan Tribuwana (Bangsal), Sumpah Palapa (Mojoanyar), Nusantara Bersatu (Pungging), Peristiwa Pajajaran (Ngoro), Pelarian Gajah Mada (Kutorejo), Islam Masuk Majapahit (Jetis), Brawijaya Paras (Kemlagi), Pelarian Brawijaya (Dawarblandong) dan Majapahit Runtuh (Gondang).

            Para peserta memperebutkan hadiah menarik berupa piagam dan trophy serta hadiah uang pembinaan puluhan juta rupiah. Antara lain Juara I Rp 25 juta, Juara II sebesar Rp 15 juta, Juara III sebesar Rp 10 juta, Harapan I sebesar Rp 7 juta, Harapan II sebesar Rp 5 juta dan Harapan III sebesar Rp 3 juta.  

            Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, dalam sambutannya menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan nguri-uri budaya. Tanah lapang depan Museum Trowulan sebagai venue acara ini, rencananya bakal dimanfaatkan secara kontinyu untuk kegiatan-kegiatan besar Kabupaten Mojokerto. Ini akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata, dimana event akbar ini diharapkan dapat masuk sebagai agenda nasional bahkan internasional.

            “Kirab Budaya Majapahit Bupati Cup, akan digelar tiap tahun sebagai agenda rutin Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Sarana dan prasarana akan terus kita support sebagai bentuk komitmen pelestarian warisan budaya. Semoga event ini makin besar dari tahun ke tahun, sehingga bisa masuk dalam kalender wisata nasional,” harap bupati.

            Hadir mendampingi bupati dalam acara ini antara lain, istri sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupeten Mojokerto, Ikfina Kamal Pasa, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ismail Pribadi, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Yayuk Pungkasiadi, unsur Forkopimda serta Kepala OPD.(Diskominfo+Bagian Humas Protokol).