oleh DISKOMINFO - INFORMATIKA

Mangesti Suro dan Pegelaran Wayang Kulit Ruwat Agung Bumi Nuswantara 2018 Angkat Lakon Wahyu Ketentreman

2018-09-14 13:53:05   |   Kategori umum  |   Dibaca 70 kali

Salah satu rangkaian event akbar Ruwat Agung Bumi Nuswantara 1952 Saka Tahun 2018 yakni malam Mangesti Suro (Resepsi Suro) dan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Wahyu Ketentreman: Mewujudkan Masyarakat Tata Tentrem Kerta Raharja” oleh Dalang Ki Marto Purbo Carito, digelar Kamis (13/9) di Pendopo Agung Trowulan dengan dihadiri langsung Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

Wabup dalam sambutannya menyatakan apresiasi dan dukungan penuh untuk segala kegiatan nguri-uri budaya yang mampu meningkatkan potensi wisata. Track record event tahunan “Ruwat Agung Bumi Nuswantoro” Pemerintah Kabupaten Mojokerto, mendulang kesuksesan tiap tahunnya. Wabup ingin agar euphoria acara ini, membawa nama Kabupaten Mojokerto makin berkibar khususnya di sektor pariwisata.

“Ruwat dikenal sebagai tradisi luhur masyarakat Jawa, tujuannya diharapkan untuk menjauhkan sengkolo (bala bencana) seseorang. Sedangkan Ruwat Agung Nuswantoro bisa dimaknai secara mendalam sebagai cita-cita luhur untuk menjauhkan bangsa ini dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kebudayaan dan peradaban tinggi nenek moyang kita, harus senantiasa didukung. Ini termasuk world heritage (warisan budaya dunia), melalui Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto, saya harap aset wisata dan event-event kebudayaan yang kita miliki makin berkembang,” harap wabup.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Djoko Widajayanto, dalam laporan sambutannya mengatakan bahwa seluruh rangkaian acara Ruwat Agung Bumi Nuswantoro 1952 Saka Tahun 2018 berjalan dengan lancar. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah antusias dan berpartisipasi dalam acara.

“Rangkaian acara Ruwat Agung Bumi Nuswantoro 1952 Saka Tahun 2018 diawali dari festival, Gelar Macapat dan Unduh-Unduh Patirtaan pada Rabu (12/9). Dilanjutkan Ruwatan Sukerto, Mangesti Suro dan Pagelaran Wayang Kulit malam ini. Sedangkan puncak acara yakni Kirab Agung Bumi Nuswantoro pada Minggu (16/9) dengan rute Pendapa Agung Trowulan hingga kompleks Makam Troloyo,” lengkap Djoko.